Gejala dan Penanganan Demensia pada Binatang Peliharaan

Tikum.id Animal Lovers – Terdapat gejala-gejala tertentu yang mengisyaratkan demensia pada binatang. Berkonsultasi dengan dokter hewan dapat membantu mendapatkan cara penanganan yang tepat.

<img data-lazyloaded=
Demensia pada Binatang cuddle

Demensia pada binatang memang baru mendapat perhatian lebih intens di beberapa tahun terakhir. Mereka yang memelihara hewan sebagian besar menganggap perubahan perilaku pada peliharaannya yang telah berusia lanjut adalah sesuatu yang umum terjadi sehingga relatif tidak memerlukan penanganan khusus apa pun.

Sebenarnya cukup menyedihkan ketika mendapati anjing atau kucing kesayangan tiba-tiba lupa rute ke rumah kita dan tampak tidak menikmati aktivitas yang sebelumnya sangat disukainya.

Apa Itu Demensia

Demensia yang kerap dianggap sebagai penyakit sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan suatu kondisi yang bisa disebabkan penyakit tertentu atau bisa juga karena adanya kelainan di otak. Kerusakan di otak mengakibatkan gangguan-gangguan yang bentuknya bisa berbeda-beda di masing-masing penderita, tergantung area mana yang terserang dan seberapa parah kerusakannya.

Setidaknya, terdapat dua kondisi yang menandakan penderita mengalami demensia, yakni berkurangnya kemampuan untuk menilai dan hilangnya memori.

Perlu digarisbawahi bahwa demensia berbeda dengan kepikunan. Penurunan daya ingat karena faktor usia atau pikun ialah proses penuaan yang wajar; tidak selalu ketika mengalami kepikunan berarti menderita demensia.

Ada demensia yang memungkinkan untuk disembuhkan dan yang tidak dapat disembuhkan, tergantung faktor pencetusnya. Demensia karena gangguan kelenjar tiroid ialah contoh yang dapat sembuh, sedangkan demensia yang disebabkan penyakit Alzheimer termasuk jenis yang tidak dapat disembuhkan.

Demensia pada binatang bisa dipicu oleh banyak faktor, antara lain tekanan darah yang terlampau tinggi, menurunnya suplai darah ke otak, pendarahan di otak, pertumbuhan jaringan yang tidak normal di otak. Selain itu, itu bisa juga karena protein yang menumpuk sehingga mempercepat terjadinya kerusakan sel di otak.

Gejala Demensia pada Binatang

Demensia yang ditandai menurunnya fungsi otak dapat terjadi pada binatang-binatang yang telah cukup berumur, misalnya kucing yang usianya di atas 6 tahun. Gejala demensia pada binatang dapat dilihat dari perilakunya dan cara mereka memberikan respon. Berikut beberapa gejala yang umumnya muncul:

  • Mengalami kebingungan atau disorientasi. Misalnya kucing atau anjing peliharaan, yang biasanya hapal jalan masuk dan keluar rumah, tiba-tiba bingung harus lewat mana saat ingin masuk ke rumah.
  • Melakukan sesuatu di luar kebiasaannya. Ketika binatang peliharaan buang air besar di mana saja padahal sebenarnya selama ini sudah terbiasa di suatu tempat tertentu. Kejadian ini perlu dicermati apakah itu pertanda tengah menderita demensia.
  • Mondar-mandir tidak keruan dan kelihatan gelisah.
  • Terdapat perubahan pola interaksi dengan lingkungannya. Menarik diri, tidak mau diajak bermain.
  • Melakukan suatu aktivitas berulang-ulang secara tidak wajar. Contohnya, sudah makan tetapi kemudian tidak berselang lama makan lagi, atau tidur terus menerus; menjilati tubuh berkali-kali juga bisa menjadi salah satu gejala.
  • Kesulitan saat hendak makan atau mencari wadah air.

Cara Penanganan Binatang yang Mengalami Demensia

Jika tampak pada hewan peliharaan gejala-gejala seperti yang telah disampaikan di atas, kemungkinan mereka menderita demensia. Sayangnya, di Indonesia sampai sekarang belum tersedia layanan kesehatan khusus hewan untuk melakukan pemeriksaan otak dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik (MRI).

Mengenai demensia pada binatang, mengetahui bagaimana cara penanganan yang tepat masih dibutuhkan banyak riset. Sejauh ini, tindakan bagi hewan yang terdeteksi mengalami gejala demensia adalah dengan memberikan terapi. Anda bisa mengonsultasikan ke dokter hewan agar terapi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan.

Hewan peliharaan yang sudah tua memerlukan perlakuan yang berbeda, terlepas dari mereka terkena demensia atau tidak. Usahakan bersikap baik, tidak membentak atau memarahinya yang dapat berakibat buruk bagi kondisi emosional hewan peliharaan.

Anda mungkin suka