Sosok Dean Schneider, Rela Tinggalkan Hidup Mewah demi Selamatkan Satwa Liar

Tikum.id Animal Lovers – Dean Schneider membangun Hakuna Mipaka dan hidup berdampingan dengan satwa liar. Tidak hanya menjaga dan merawat, Dean juga mempelajari kebiasaan mereka.

<img data-lazyloaded=
Dean Schneider Selamatkan Satwa Liar 1

Memiliki pekerjaan bergengsi di Zurich, Swiss, yang identik dengan stabilitas dan kesejahteraan ternyata tidak cukup indah bagi seorang Dean Schneider. Keluarga yang nyaman dan rumah mewah pun ditinggalkannya demi hidup bersama satwa liar dan buas.

Melalui sosial media dan channel Youtube miliknya, Dean membagikan banyak hal tentang hewan. Menariknya, dia terlihat tidak takut, bahkan terlihat sangat senang berinteraksi dengan hewan liar. Seperti apa kisah hidup pria yang dijuluki ‘Tarzan’ di dunia nyata ini?

Lepas Karier Bergaji Besar

Bila kebanyakan anak-anak lebih suka bermain video game untuk menghabiskan waktu luang, Dean kecil justru terpesona dengan dunia hewan. Dia bisa berjam-jam menyaksikan film dokumenter hewan dan mulai membiasakan diri menyumbang uang jajan untuk mendukung kehidupan hewan.

Saat dewasa, dia bekerja sebagai financial planner dengan gaji besar. Jiwa wirausaha yang dimiliki Dean membawanya mendirikan perusahaan sendiri. Dalam tiga tahun, dia telah memiliki lebih dari 50 orang karyawan. Tak ada yang menyangka, kecintaannya pada dunia satwa mengalahkan segalanya. Dia pun memutuskan resign dan terbang ke Afrika Selatan untuk membangun proyek istimewa yang telah dia impikan dari kecil.

Mendirikan Hakuna Mipaka di Afrika Selatan

Di usianya yang ke-23, Dean bersama timnya mulai membangun Hakuna Mipaka dan menghabiskan waktu selama dua tahun. Hakuna Mipaka memiliki luas 400 hektar dan merupakan oasis yang berfungsi sebagai rumah bagi ribuan satwa liar.

Hakuna Mipaka berasal dari bahasa Swahili, artinya “tanpa batas”. Seluruh hewan yang ditampung di sana hidup bebas tanpa batasan tertentu. Hanya saja, Dean membagi beberapa kawasan terpisah untuk masing-masing spesies hewan. Dean Schneider mendedikasikan sepenuh hati dan seluruh hidupnya untuk melindungi dan merawat satwa liar. Hakuna Mipaka pun tidak dibuka untuk umum maupun untuk tujuan komersial. Jadi, hewan-hewan di sana tidak terganggu oleh keberadaan manusia.

Hakuna Mipaka menurut Dean dalam blog-nya, merupakan cara hidup dari filosofi lima nilai inti kehidupan. Di antaranya kesetiaan, kebebasan, keberanian, persaudaraan, dan penghargaan. Hewan dan manusia hidup berdampingan, sehingga manusia harus menghargai hewan, tidak peduli bagaimana perilaku dan sifat alami hewan-hewan tersebut.

Mengedukasi lewat Konten

Meski semua kegiatan pariwisata dilarang di sana, kita bisa melihat hewan-hewan di Hakuna Mipaka melalui channel YouTube milik Dean (Dean Schneider) dan akun @dean.schneider di Instagram.

Dean sering berinteraksi dan membangun ikatan dengan satwa liar di sekitarnya. Dia pun pelan-pelan mempelajari serta mencoba memahami arti gerak-gerik dan tingkah laku mereka.

Salah satu video yang pernah viral dan cukup membuat warganet deg-degan adalah saat seekor singa jantan menyelinap di belakang Dean, seperti hendak menerkam diam-diam. Namun, bukannya menyerang, singa tersebut hanya menempelkan kepalanya manja pada Dean.

Dalam salah satu wawancaranya dengan Nargis Magazine, Dean mengungkapkan bahwa sejak usia dini hingga dewasa secara sempurna, singa menghabiskan waktu untuk bermain. Ketika mereka tidak sedang makan, tidur, atau kawin, mereka akan bermain, melompat, atau menyelinap di belakang singa lainnya. Dean mengaku tidak pernah mencoba melatih singa-singa tersebut dan mengklaim bahwa justru hewan-hewan itulah yang mengajari bahasa dan kebiasaan mereka.

Kini ada ribuan hewan dari yang hidup di Hakuna Mipaka. Mulai dari yang liar sampai yang kerap terlihat berinteraksi dengan Dean. Hakuna Mipaka tidak pernah dibuka untuk wisata, pembiakan, apalagi penjualan satwa. Meski begitu, Dean Schneider dan timnya menerima donasi dan bantuan dari para volunter. Sobat Tikum tertarik berkunjung kesana dan turut berdonasi?

Anda mungkin suka