Cuplikan The Woman King, Kisah Para Prajurit Wanita Tangguh dari Afrika

Tikum.id Entertainment – Berlatar di Afrika tahun 1800-an, The Woman King mengisahkan unit prajurit wanita yang badas di medan perang. Seperti apa keseruannya?

<img data-lazyloaded=
(UK Movie Premiere)

Penggemar film perang telah disambut The Woman King yang tayang di bioskop sejak 5 Oktober yang lalu. Film ini menyuguhkan penampilan Agojie, sekelompok prajurit yang seluruhnya perempuan. Sebelum menonton, simak dulu beberapa informasi berikut untuk memantik rasa penasaranmu.

Sinopsis

Film The Woman King berlatar pada tahun 1823 di kerajaan Dahomey, Afrika Barat. Pemimpin Agojie, Jenderal Nanisca, membebaskan para wanita Dahomey yang diculik oleh pedagang budak dari kekaisaran Oyo. Hal itu lantas membuat Raja Ghezo dari Dahomey terprovokasi untuk mempersiapkan pertempuran habis-habisan melawan Oyo. Generasi baru prajurit pun kemudian dilatih Nanisca untuk bergabung dengan Agojie dan melindungi kerajaan.

Salah seorang prajurit yang direkrut adalah Nawi, gadis yang diserahkan ayahnya kepada sang raja karena menolak dinikahkan dengan pria yang akan memukulinya. Kepada Nanisca, Nawi mengungkapkan bahwa dia diadopsi, lalu ia memperlihatkan tanda lahir di bahu kirinya. Sontak, hal itu mengejutkan Nanisca lantaran dia dulunya pernah melahirkan bayi dengan ciri yang sama.

Hampir Semua Pemerannya Wanita

Mayoritas karakter dalam film ini diperankan oleh perempuan. Viola Davis sebagai Nanisca merupakan karakter sentral, tetapi Thuso Mbedu sebagai Nawi juga tidak kalah menarik perhatian. Selain mereka, masih banyak karakter perempuan lain seperti Lashana Lynch sebagai Izogie, Sheila Atim sebagai Amenza, dan Jayme Lawson sebagai Shante.

Para Pemain Jalani Latihan Fisik demi Perannya

Salah satu hal yang mengesankan dalam film The Woman King adalah transformasi yang dialami para pemainnya. Penonton akan dibikin pangling saat melihat tubuh Viola Davis yang kekar dan berotot dalam film itu. Sekadar informasi, para pemain film ini memang harus menjalani pelatihan yang ketat agar tubuh mereka benar-benar berubah menjelang pembuatan film.

Viola Davis sebagai Nanisca

Viola Davis sukses memerankan karakter Nanisca dengan apik dan mengagumkan. Dia mampu menjiwai perannya sebagai wanita tangguh, menawan, dan mampu melakukan banyak hal hebat, tetapi memiliki sisi gelap yang selalu ia sembunyikan.

Dirinya tampil sebagai seorang jenderal yang keras serta tidak terpengaruh oleh emosinya dan emosi orang lain. Maka tidak aneh jika penonton akan kaget saat mereka tahu kebenaran tentang asal-usulnya. Davis sebagai Nanisca banyak menangani hal sensitif seperti kekerasan seksual dan kehamilan yang ditimbulkan setelahnya. Namun, dia dengan anggun dan bermartabat berhasil mengatasi semua aspek dalam perannya tersebut. Pada akhirnya, Nanisca menebus kesalahan pada putrinya, Nawi, yang akan membuat mata penonton berkaca-kaca.

Diangkat dari Kisah Nyata

Apakah film The Woman King berdasarkan kisah nyata? Jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Pada dasarnya, film ini terinspirasi dari kehidupan nyata tetapi telah didramitisasi dan sangat fiksi.

Kelompok prajurit wanita Agojie dan kerajaannya, Dahomey, memang pernah eksis di Afrika Barat. Namun, sebagian besar karakter film ini merupakan fiksi, termasuk karakter Nanisca dan Nawi.

Raja Ghezo yang diperankan John Boyega menjadi satu-satunya karakter yang didasarkan pada orang sungguhan. Dalam sejarahnya, Raja Ghezo memang pernah memerintah dan dia sangat terlibat dalam perdagangan budak pada masa itu.

The Woman King sempat menuai sejumlah kontroversi. Sebagaimana dalam filmnya, kerajaan Dahomey yang asli memang terjebak dalam perdagangan budak. Namun menjelang akhir film, Raja Ghezo atas desakan Nanisca memutuskan bahwa menjual rakyatnya sendiri bertentangan dengan keyakinannya. Dalam sejarah aslinya, realitasnya tidak seperti itu.

Nah, itu dia sinopsis dan beberapa informasi lain tentang The Woman King.

Anda mungkin suka