Corona Tunda Diumumkannya Geopark Toba Oleh UNESCO

Tikum Travel  – Indonesia tadinya sebagai anggota Global Geopark yang bersumber dari badan budaya PBB menunda sesi pleno ke-209 di Paris pada bulan April. Tunda diumumkannya status Kaldera Geopark Toba karena Corona.

Manajer umum Caldera Geopark Toba Wan Hidayati membenarkan penundaan pengumuman tersebut setelah menerima notifikasi email dari Kristof Vandenberghe dari Program Geopains dan Geopark Internasional UNESCO.

Meniliki perkembangan kasus Corona, pada hari Rabu, ada 7.695 COVID-19 kasus positif di Perancis, 148 di antaranya telah meninggal karena penyakit ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknik Sistem Universitas Johns Hopkins.

Indonesia memandang pengakuan UNESCO untuk sidang paripurna. Tunda diumumkannya hingga pemberitahuan lebih lanjut karena Corona, Wan menambahkan bahwa rencana untuk menyerahkan plakat Geopark Global UNESCO kepada manajemen Geopark Toba masih dijadwalkan untuk berlangsung di Jeju, Korea Selatan pada bulan September. Dia berharap serah terima plakat tidak akan tertunda juga, karena masyarakat Sumatera Utara telah menunggu status ini selama 9 tahun sejak diusulkan ke PBB pada tahun 2011.

Pembentukan status Global Geopark diyakini meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan meningkatkan pariwisata Danau Toba serta perekonomian masyarakat sekitar pastinya..

Geopark, yang meliputi Danau Toba, adalah salah satu danau vulkanik terbesar di dunia.

Ada 147 situs di 41 negara di Jaringan Geopark Global UNESCO, menurut situs web resmi organisasi tersebut. Empat dari 15 geopark nasional di Indonesia telah ditetapkan di bawah jaringan pada 2018.

Anda mungkin suka