Citroën Mobil Listrik Siap Rilis dan Comeback di Indonesia,

Tikum.id Otomotif – Lebih dari dua dekade Citroën absen dari dunia otomotif nasional. Kini, pabrikan mobil asal Perancis itu siap comeback di Indonesia.

<img data-lazyloaded=
(Citroën C5 Aircross)

Selepas menjadi salah satu pemain di pasar otomotif Indonesia hingga 1994, merek Citroën mungkin hanya bisa Anda dengar melalui media. Hampir tiga puluh tahun berlalu, baru-baru ini Citroën kembali masuk ke pasar otomotif Indonesia di bawah payung Indomobil Grup. Citroën bahkan tidak hanya semata-mata kembali—pabrikan mobil yang berpusat di Poissy, Perancis ini langsung siapkan beberapa model mobil untuk diperkenalkan ke masyarakat. Salah satunya adalah mobil listrik. Kira-kira, seperti apa strategi yang dipilih Citroën dalam memasarkan unitnya di Indonesia?

Kembalinya Citroen ke Indonesia

<img data-lazyloaded=
(Citroen New C3)

Citroën resmi membuka lembaran baru sebagai pemain di industri otomotif nasional. Kembalinya Citroën ke Indonesia ini diumumkan langsung melalui sebuah konferensi pers yang dilangsungkan pada 4 Oktober silam. Pada konferensi pers tersebut, Citroën tidak hanya menyebutkan minatnya untuk berjualan di Indonesia. Pabrikan ini juga mengumumkan perilisan tiga model mobil tahun depan secara bertahap. Tiga model mobil tersebut yaitu Citroën C5 Aircross, Citroën e-C4, serta Citroën New C3.

Selain mengumumkan comeback-nya, Citroën juga mengumumkan niatnya untuk membangun pabriknya sendiri di Indonesia. Pasalnya, Citroën masih belum punya pabrik di regio Asia Tenggara.

Pihaknya yakin akan mendapatkan dukungan dari pemerintah. Sebab, minat Citroën membangun pabriknya ini disebut-sebut selaras dengan fokus pemerintah Indonesia untuk membesarkan industri otomotif nasional, khususnya di bidang perakitan dan manufaktur mobil.

Siapkan Perilisan Mobil Listrik e-C4

<img data-lazyloaded=
(Citroen e-C4)

Sebagaimana disebutkan, Citroën berencana meluncurkan tiga model mobil secara bertahap pada 2023. Salah satu model mobil yang dimaksud adalah mobil listrik e-C4. Citroën e-C4 ini disebut-sebut mampu menjadi rival Ioniq 5 yang diproduksi pabrikan mobil asal Korea Selatan, Hyundai.

Bagaimana spesifikasi mobil Citroën e-C4? Citroën model ini akan menggunakan platform Common Modular Platform (CMP). Platform tersebut juga digunakan pada mobil listrik Perancis lain seperti Peugeot 208, Peugeot 2008, serta DS Crossback E-Tense.

Selain dibekali platform CMP, Citroën e-C4 juga akan dibekali sebuah motor listrik Permanent Magnet Synchronous. Motor listrik ini nantinya akan dipadukan dengan sistem penggerak roda depan. Dengan konfigurasi ini, motor penggerak e-C4 ini dapat menghasilkan 100 kW yang setara dengan 134 HP, sedangkan torsi puncaknya adalah 260 Nm. Lalu, bagaimana dengan kapasitas baterainya?

SUV listrik Citroën ini ditenagai baterai Li-ion 50 kWh bertegangan 400 V. Sekali charge, baterai e-C4 disebut-sebut siap membawa mobil melaju hingga 350 kilometer. Pengisian dayanya pun tergolong cepat. Dari keadaan baterai kosong hingga 80 persen, Anda hanya butuh 30 menit jika menggunakan charger ultrafast charging.

Antusias Mengaspal di Indonesia, Langsung Buka 7 Diler

Seakan tak cukup dengan berita comeback-nya, Citroën juga mengumumkan minatnya untuk membuka tujuh diler sekaligus. Hal ini tentunya dibuat untuk mendukung penjualan unit-unit Citroën menjelang perilisan mobilnya di kuartal I 2023. Bisa dikatakan, Citroën cukup ambisius dalam menggaet minat masyarakat Indonesia. Jika di tahun pertama brand ini menarget tujuh diler, di tahun kedua (2024) Citroën akan menambahkan 15 diler lagi.

Selama dua tahun ini, Citroën hanya memokuskan pemasarannya di kota-kota tier 1 dan tier 2. Kota-kota yang masuk ke tier 1 dan 2 ini dipilih karena jumlah populasinya yang besar. Pemilihan e-C4, C3, dan C5 Aircross sebagai tiga model pertama yang diperkenalkan di Indonesia juga bukan tanpa sebab. Salah satu alasannya adalah karena ketiga mobil tersebut adalah SUV.

Dilansir dari beberapa sumber, SUV adalah salah satu jenis mobil yang digemari masyarakat Indonesia. Tren jumlah pengguna SUV pun terus meningkat meski masih belum bisa mengalahkan dominasi MPV dan city car. Dengan strategi-strategi yang dibuat, sampai sejauh mana Citroën mampu merebut hati masyarakat Indonesia? Selain itu, apakah menurut Anda Citroën sanggup merajai penjualan otomotif nasional?

Anda mungkin suka