Bola dan Komunitas di Indonesia

Bacaan 10 minutes

Poin Penting:

  • Perjalanan sejarah sepakbola dunia hingga mendarat di Indonesia
  • Perkembangan bola Indonesia dan komunitasnya
  • Sepak bola sebagai industri yang berkontribusi bagi ekonomi
  • Industri sepak bola eropa merambah Indonesia
  • Masa depan industri sepakbola yang memiliki tren dengan komunitas yang bertumbuh positif.

Ditilik dari perjalanan sejarah,sepak bola eksis sejak ribua tahun lalu. Manusia sangat menikmati memgang dan menendang bola. Ini alasan mengapa Rugby dan Sepak bola sangat populer di negeri Anglosaxon dan Latin. Di Inggeris vcontohnya asosiasi rugby dan sepakbola menjadi satu dan akhurnya dipisah. Sejarah kontemporer dari permainan paling diminati di dunia, sepak bola, telah dimulai lebih dari 100 tahun. Semuanya bermula pada tahun 1863 di Inggris, ketika asosisasi rugby dan sepak bola dipecah dan menjadi badan pengatur olahraga yang pertama.

Pada awalnya bahwa seni mengendalikan bola dengan kaki tidak mudah dan, karena itu, diperlukan keterampilan yang tidak sedikit. Bentuk paling awal dari permainan yang memiliki bukti ilmiah adalah latihan dari manual militer yang berasal dari abad kedua dan ketiga SM di Cina.

Nenek moyang sepak bola Dinasti Han ini disebut Tsu ‘Chu dan terdiri dari menendang bola kulit yang diisi dengan bulu dan rambut melalui celah kecil. Sepak bola menggunakan peraturan tidak boleh menggunakan tangan dan harus menggunakan kaki, dada, punggung, dan bahu saat mencoba menahan serangan lawan-lawannya.

Bentuk lain dari permainan, juga berasal dari Timur Jauh, adalah Kemari Jepang, yang dimulai sekitar 500-600 tahun kemudian dan masih dimainkan sampai sekarang. Ini adalah olahraga yang tidak memiliki elemen kompetitif dari Tsu ‘Chu. Berdiri dalam lingkaran, para pemain harus mengoper bola satu sama lain, dalam ruang yang relatif kecil dengan berusaha untuk tidak membiarkannya menyentuh tanah.

‘Episkyros’ dalam bahasa Yunani ‘Harpastum’ pada jaman Romawi. Yang terakhir dimainkan dengan bola yang lebih kecil oleh dua tim di bidang persegi panjang yang ditandai dengan garis batas dan garis tengah. Tujuannya adalah untuk mendapatkan bola melewati garis batas lawan. Permainan tetap populer selama 700-800 tahun, tetapi, meskipun bangsa Romawi membawanya ke tanah Inggris, permainan dengan penggunaan tangan lebih populer dan sepak bola kelak kemudian berkembang peminatnya mengikuti perkembangan jaman dan mulai populer sejak abad ke 19.

Sepak Bola dunia mulai populer dan merambah masyarakat sejak hadirnya radio dan di antisipasi oleh televisi. Daratan Eropah an Amerrika latin misalnya memiiki kultur sepak bola lebih awal dibandingkan Indonesia karena masih dalam dominasi kolonial dan penjajah Inggeris, Perancis, Portugis, Jepang dan Belanda.

Saat abad ke-19 berkembang, Otorita atau pemerintah di banyak negara melihat penting sepakbola. Di bidang pendidikan betapa olahraga berfungsi untuk mendorong kualitas baik seperti kesetiaan, tidak mementingkan diri sendiri, kerja sama, subordinasi, dan hormat kepada semangat tim. Permainan menjadi bagian integral dari kurikulum di sekolah-sekolah dan para pelajar wajb unuk berpartisipasi.

tikum world cup france 2018
tikum world cup france 2018

Popularitas Sepak Bola

Pertandingan sepak bola internasional resmi pertama dimainkan pada tahun 1872 di Glasgow antara Skotlandia dan Inggris, meskipun pada tahap ini olahraga jarang dimainkan di luar Inggris.

Pada juli 1902, pertandingan internasional resmi pertama di luar Kepulauan Inggris dimainkan antara Uruguay dan Argentina di Montevideo. Fédération Internationale de Football Association (FIFA) kemudian didirikan di Paris pada 22 Mei 1904 – terdiri dari asosiasi sepak bola dari Perancis, Belgia, kedua tim sebelumnya telah bermain di awal bulan. Negara-negara lain seperti Denmark, Belanda, Spanyol , Swedia dan Swiss, dengan Jerman kemudian bergabung. Sepak bola mulai meningkat popularitasnya sejak Olimpiade Musim Panas 1900 dan 1904.

Dengan acara Olimpiade yang terus diperebutkan hanya antara tim amatir, kompetisi yang melibatkan tim profesional juga mulai muncul. Torneo Internazionale Stampa Sportiva, yang diadakan di Turin pada tahun 1908, adalah salah satu yang pertama dan tahun berikutnya; Sir Thomas Lipton menyelenggarakan Trofi Sir Thomas Lipton, juga diadakan di Turin. Kedua turnamen diperebutkan antara klub individu (bukan tim nasional), yang masing-masing mewakili seluruh negara. Karena alasan ini, tidak ada yang benar-benar pelopor langsung Piala Dunia, tetapi meskipun demikian, Thomas Lipton Trophy kadang-kadang digambarkan sebagai Piala Dunia Pertama.

Pada tahun 1914, FIFA setuju untuk mengakui turnamen Olimpiade sebagai “kejuaraan sepak bola dunia untuk amatir”, dan bertanggung jawab untuk mengatur acara tersebut. Ini memimpin jalan bagi kompetisi sepakbola antarbenua pertama di dunia, pada Olimpiade Musim Panas 1920, dimenangkan oleh Belgia. Uruguay memenangkan turnamen pada tahun 1924 dan 1928.

Pada tahun 1930, FIFA akhirnya membuat keputusan untuk menyelenggarakan turnamen sendiri dan tidak ingin ikut serta di Olimoiade musim panas 1932 yang diselenggarakan di Los Angeles karena memang sepak bola tidak populer di Amerika Serikat. FIFA, memalui presidennya Jules Rimet, memutuskan untuk menyelenggarakan World Cup pertama kalinya di Uruguai dan menjadi era baru bagi persepakbolaan dunia.

Kompetisi sepak bola digelar setiap empat tahun dan hanya terhenti karena perang dunia ke II. Perhelatan selanjutnya digelar di Brasil pada tahun 1950 dan belanjut hingga era modern dengan pelaksanaan terakhir pada 2018 di Russia dan nantinya kan diselenggaraan di Qatar.

tikum bola foot 1
tikum bola foot 1

Sepak bola sebagai Industri

Negara -negara yang memiliki kultur sepakbola yang kuat sebelum Perang Dunia Ke II, melihat olah raga sebagai produk yang sangat populer yang secara alami bertumbuh menjadi sumber financial dan pemasukan bagi negara.

Sebut misalnya Inggeris yang memiiliki Liga Sepak Bola (Asosiasi) yang merupakan kartel industri yang sudah lama berdiri dan telah menjual produk yang sangat populer denganmenyempurnakan produk produk yang terintegrasi didalamnya, sebagai contoh iklan, bet atau judi tebak pemenang dan skor, hak siar dan lainnya. Meskipun demikian, sebagian besar klub anggotanya kehilangan uang dan industri ini telah menghadapi krisis keuangan berturut-turut selama beberapa dekade.

Demikian pula liga – liga eropa lainnya yang klub atau member dari liga, mengalami nasib naik turun khususnya dalam aspek financial.

BBVA (Spanyol), Serie A (Italia), Ligue 1 (Perancis), Bundesliga (Jerman), Eredivisie (Belanda) merupakan liga dengan klub yang memiliki basis komunitas sangat tinggi di negara asal maupun di Indonesia. Contohnya Barca dan Real Madrid di Spanyol, Juve dan AC Milan di Italia, Paris St. Germain dan Marseilles di Perancis, Bayern Muenchen dan Dortmun, Ajax Amstedam, PSV Eindhoven di Belanda.

Sepak bola Indonesia

Sejarahnya, sepak bola Indonesia bemula di tahun 1914 saat Indonesia masih dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada masa itu ompetisi antar kota di jawa tersebut hanya di juarai oleh dua tim atau di dominasi dua tim saja, yaitu Batavia City, Soerabaja City.

Sejarah Sepak Bola Modern di Indonesia dimulai dengan terbentuknya Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia (PSSI) pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta dengan ketuanya Soeratin Sosrosoegondo. Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda dan tentunya mrupakan bentuk perlawanan menentang penjajahan. Jika melihatperiode 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, PSSI dilahirkan dan dibidani pimpinan politik bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih – benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.

Setelah kepergian Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak mengalami perkebangan yang signifikan tkarena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi. Pada era sebelum tahun 1970-an, beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw.

Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19,U21, dan U-23).

Komunitas supporter klub sepak bola juga bertumbuh denga cepat karena memang sepak bola telah menjadi lebih dari sekedar “olahraga”. Fanatisme tumbuh dalam masyarakat penikmat pertandingan. Segala obrolan baik di kantor,sekolah ataupun dijalanan serasa tak lengkap bila tidak berbicara tentang sepakbola. Seperti yang telah diterangkan diatas bahwa sepak bolah adalah industri baik nasional dan global dengan segala kemajuan di bidang teknologi dan informasi fanatisme sepakbola kini tidak lagi berbicara hanya tentang sepakbola lingkup daerah ataupun nasional lebih dari itu berkat adanya tayangan televisi fanatisme sepakbola telah menembus batas jarak.

tikum camp nou
tikum camp nou

Komunitas Pencinta Liga Eropa di Indonesia

All the world is it your finger tips. Kita semua setuju dengan statement ini karena memang technologi memudahkan kita mengakses jadwal tanding, situs klub, informasi mengenai pemain dan ikonnya serta update informasi berupa teks dan video secara cepat dan dengan mobilitas tinggi.

Hal ini memungkinkan pertumbuhan komunitas penggemar klub eropa begitu cepat menjamur. Bahkan dengan kemudahan interaksi sebuah komunitas menjadi sebuah keluarga besar karena mampu memberikan banyak manfaat, mulai dari bersenang-senang dan kumpul-kumpul hingga bisa mendapatkan uang dari berbagai kegiatan seperti Jualan suvenir.

Para supporter tidak segan merogoh kocek lebih dalam. Koleksi jersey seharga ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah untuk menonton langsung aksi pemain dan klub idola di kandang mereka hanyalah salah satu ”kegilaan” suporter terhadap klub-klub.

Big Red atau Liverpool Fans Club yang pada tahun 1999 lahir saat liverpool ada di peringkat ke 7 EPL. Komunitas lahir sebagai dukungan pada saat klub sedang terpuruk.

Indomanutd, komunitas atau forum pencinta MU terbesar di Indonesia. Anggota pasif yang ada di www.indomanutd.org mencapai 10.000-an dan tersebar di 25 wilayah di Indonesia.

Klub – klub eropa sadar akan keingnan supporter dan fans di pasar ASEAN yang memiliki populasi lebih dari 600 juta jiwa. Pada periode off season mereka biasanya melakukan perjalanan dan pertandingan ekhibisi ke Indonesia atau negara tetangga yang memungkinkan para pemain berinteraksi dengan supporter dan fans. Tak heran para fans mengunjungi Singapura ataupun Malaysia saat klub kesayangannya tidak singgah di Indonesia.

Masa depan industri sepakbola dengan tren positif

Menurut World Football Report Nielsen, hampir setengah dari 7,7 miliar orang di dunia tertarik pada “permainan yang indah,” dan sekitar seperlima bermain olahraga dalam beberapa bentuk atau lainnya. Mengingat popularitasnya yang luar biasa, masuk akal ada banyak bisnis berbeda yang berputar di sekitar sepakbola.

Survei Nielsen – yang mencakup 18 pasar global – lebih jauh mengungkapkan bahwa sepak bola adalah olahraga yang paling populer di dunia dengan 43 persen orang mengaku ‘tertarik’ atau ‘sangat tertarik’ dalam olahraga. (Bola basket diklaim kedua di 36 persen.)

Bloomberg mengatakan, “Laporan ini menunjukkan sepak bola dalam posisi yang luar biasa: Ini dominan dalam olahraga global dan memiliki ruang untuk tumbuh di pasar-pasar utama. Sementara 19 negara menunjukkan mayoritas populasi yang menyatakan minatnya pada sepak bola, AS dan China – dua ekonomi terbesar dunia – tidak termasuk di antara mereka. ”Dengan kata lain, pasar-pasar ini belum dimanfaatkan dan siap untuk pertumbuhan. Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila persepsi fanatisme mulai terjadi dan berapa jumlah manusia dan komunitas yang akan tumbuh sekaligus menghasilkan kegiatan ekonomi?

Klub sepak bola saat ini tidak puas dengan dominasi di lapangan. Mereka juga berekspansi ke wilayah lain, termasuk game. Dalam beberapa tahun terakhir banyak tim sepak bola Eropa berinvestasi. Esports, atau permainan kompetitif, telah menjadi sangat populer dalam dekade terakhir dengan jutaan gamer bersaing dengan penembak orang pertama seperti Counter Strike Global Offensive, judul arena pertempuran seperti League of Legends, dan simulator sepak bola seperti franchise FIFA EA Sports. “

Berbicara tentang milenial, sepak bola meningkat karena sesuatu yang dekat dan disukai hati mereka: teknologi. FIFA mengusulkan, “Inovasi mengubah kehidupan kita sehari-hari. Ide-ide baru adalah kekuatan pendorong industri sepak bola untuk meningkatkan aspek kenyamanan, keselamatan dan kinerja bagi para pemain dan wasit di lapangan. ”Video asisten wasit (VAR) dan sistem pelacakan dan kinerja elektronik (EPTS) adalah dua teknologi utama yang berubah permainan.

Artikel baru-baru ini di The Telegraph, merenungkan seperti apa bentuk sepakbola di tahun 2028, dengan prediksi termasuk kamera HD kecil yang tertanam di dalam bola, “flying-type drone”, mikrofon di lapangan, kursi stadion bergetar, “cerdas” kit yang dilengkapi dengan teknologi yang dapat dipakai, dan “lensa kontak aktif”. Penulis Adam Hurrey menyimpulkan, “Musim Liga Premier 2059/60, maka, bisa jadi saat kita akhirnya memahami, pada tingkat neurologis, kemarahan pemain ketika seorang wasit membuatnya mengambil tendangan bebas dari tempat yang tepat.”

So, Sobat tikum, Bagi mana menurut Anda masa depan bola dan Komunitasnya dalam 10 tahun mendatng?

Ikuti berita komunitas di kanal Bola https://tikum.id homeofcommunity.

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka