Blue Jay, Burung Cinta Sejati yang Hanya Kawin Sekali

Blue jay adalah burung yang hanya memiliki satu pasangan seumur hidup. Setelah telur menetas, burung jantan dan betina pun akan merawat anak burung bersama-sama.

Tikum Animal Lover – Blue jay, burung cinta sejati ini adalah burung yang hanya memiliki satu pasangan seumur hidup. Setelah telur menetas, burung jantan dan betina pun akan merawat anak burung bersama-sama.

Bukan hanya manusia yang dapat menunjukkan cinta kepada pasangannya, burung pun bisa melakukannya. Salah satunya, blue jay (Cyanocitta cristata), burung yang dikenal sebagai burung cinta sejati. Burung romantis yang senang berkicau ini bisa ditemukan di wilayah Amerika Utara.

Burung blue jay memiliki penampilan yang cantik. Warna bulunya terlihat biru dengan kombinasi putih dan hitam. Uniknya, bulu blue jay sebenarnya cokelat, tetapi tampak biru karena faktor gangguan cahaya. Pada bagian kepala, blue jay memiliki semacam jambul. Nah, apa saja fakta-fakta unik mengenai blue jay yang perlu kamu ketahui?

Bisakah Blue Jay Dipelihara?

Habitat blue jay adalah di hutan dengan pepohonan yang lebat. Namun, burung ini juga mudah beradaptasi. Mereka dapat bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan tempat tinggal yang ideal. Tak heran, burung ini juga dapat ditemukan di pekarangan rumah.

Di alam liar, blue jay dapat hidup hingga 7 tahun. Jika ditangkap dan dipelihara, burung ini dapat bertahan hingga 26 tahun. Selama 40 tahun terakhir, populasi blue jay di daerah asalnya terbilang stabil.

Burung Berpasangan Hingga Mati

Keunikan blue jay adalah hanya hidup dengan satu pasangan hingga salah satunya mati. Sebelumnya, betina akan memilih satu di antara 6 burung jantan yang mengejarnya. Setelah keduanya “kawin”, jantan akan mencari makanan untuk betina sebagai pertanda agar tidak diganggu oleh jantan lainnya.

Saat membuat sarang, jantan dan betina akan melakukannya bersama-sama. Blue jay jantan akan mencari bahan, sedangkan betina memilih dan menyelesaikan sarang hingga bisa ditempati. Proses ini dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Merawat Anak Bersama

Ternyata, bukan hanya manusia yang dapat merawat anak bersama-sama. Blue jay juga melakukannya. Setelah blue jay betina bertelur, ia akan mengerami selama dua minggu. Dalam jangka waktu itu, blue jay jantan yang berperan untuk mencari makan.

Nah, setelah telur menetas, burung jantan akan ikut merawat dan melindungi anak burung. Burung ini terbilang ganas saat menjaga sarang dan anak-anaknya. Kondisi tersebut berlangsung selama kurang lebih dua bulan hingga anak blue jay bisa mandiri. Setelah anak blue jay meninggalkan sarang, betina dan jantan tetap bersama.

Mudah Meniru Suara

Burung yang merupakan keluarga burung gagak ini ternyata pandai menirukan suara burung lain. Salah satunya, suara burung elang. Blue jay melakukan itu untuk mengelabui predator atau mengusir burung lain dari makanan. Elang merupakan predator yang ditakuti oleh burung lain, dan Inilah salah satu cara untuk bertahan hidup yang biasa dilakukan blue jay di alam bebas.

Menggunakan Alat untuk Makan

Perilaku unik lain dari burung ini adalah dapat menggunakan lidi untuk mengambil makanannya. Blue jay dapat menggunakan paruh atau kakinya untuk memegang lidi tersebut kemudian mengais makanan mendekat. Keahlian ini jarang dimiliki oleh unggas lain.

Bukan hanya itu, kecerdasan blue jay untuk bertahan hidup ditunjukkan melalui caranya menghadapi musim dingin. Saat hidup di alam bebas, burung ini akan mengubur makanannya di dalam tanah sebagai cadangan. Pakan utamanya antara lain biji-bijian dan serangga kecil.

Melihat perilakunya, blue jay terlihat seperti manusia. Bukan hanya menjaga hubungan romantis dengan pasangan seumur hidup, burung ini pun membesarkan anak bersama-sama. Nah, apakah kamu tertarik untuk memelihara blue jay?

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka