Tertarik Bisnis Tanaman Hias? Simak 5 Strategi dan Tips dengan Modal Terbatas

Bisnis Tanaman Hias

Tikum.id Hobby – Mau bisnis tanaman hias, tapi modal yang dipunya terbatas? Asal strateginya tepat, tiap rupiah tetap bisa menghasilkan pundi-pundi yang melimpah!

<img data-lazyloaded=
Bisnis Tanaman Hias Tips

Bisnis tanaman hias bukanlah hal baru. Namun, popularitas bisnis ini melejit sejak pandemi dan dampaknya cukup merata di berbagai daerah. Minat pembeli begitu tinggi dan banyak yang bahkan rela mengeluarkan jutaan rupiah untuk memperoleh jenis tanaman hias tertentu.

Kini saat pandemi mulai melandai, nyatanya tanaman hias masih banyak diminati. Mengoleksi dan merawat tanaman hias bahkan menjadi gaya hidup baru masyarakat. Oleh karena itu, potensi bisnis ini masih cukup menjanjikan.

Kendati stigma tanaman hias adalah mahal, Anda tak harus selalu keluar modal besar. Berikut adalah beberapa tips bisnis tanaman hias dengan modal terbatas agar hasil totalitas.

1. Ketahui Jenis Tanaman yang Potensial

Dalam berbisnis, lebih mudah menjual produk yang sudah jelas pasarnya dibandingkan menjual produk yang bagus, tetapi tidak ada pasarnya. Hal ini pun akan lebih mudah untuk memperoleh balik modal dan laba.

Carilah jenis tanaman hias apa yang banyak diminati dengan kisaran harga yang masih masuk ke dalam modal dan bujet Anda. Ada beberapa jenis tanaman hias yang selalu dicari meski tidak viral, ada pula beberapa jenis tanaman hias yang popularitasnya hanya dalam kurun waktu tertentu.

2. Bekerja Sama dengan Supplier yang Tepat

Mencari supplier yang pas susah-susah gampang, apalagi bagi pemain baru. Galilah informasi dan rekomendasi sebanyak-banyaknya tentang supplier yang dapat diandalkan dari orang-orang yang Anda percaya.

Ingat, supplier yang tepat bukan hanya supplier yang dapat memberi harga terbaik. Bekerjasamalah dengan supplier yang memang profesional dan menjaga relasi dengan baik, seperti memenuhi setiap perjanjian, tidak membocorkan strategi dan hal-hal “rahasia” terkait bisnis Anda ke orang lain, dan sebagainya.

3. Pelajari Karakter Tanaman Hias yang Dijual

Tiap tanaman hias punya karakter masing-masing—media tanam terbaik, waktu tumbuh, kebutuhan air dan nutrisi, dan lain-lain. Tanpa memiliki bekal cukup mengenai hal-hal tersebut, Anda bisa kewalahan sendiri saat merawat tanaman hias yang belum terjual maupun saat berkomunikasi dengan calon pembeli.

Jika mereka pemula, maka informasi dari Anda akan sangat membantu. Jika mereka sudah paham, maka diskusi lebih jauh tentang tanaman hias akan meningkatkan kredibilitas Anda. Kedua skenario sama-sama akan menguntungkan Anda, bukan?

4. Buat Strategi dan Rencana Bisnis Jelas

Petakan apa saja yang menjadi goal Anda, misal profit yang ingin dicapai dalam tiga bulan. Setelah itu, kumpulkan dan susun apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai goal tersebut.

Anda akan memerlukan banyak persiapan untuk melakukannya. Seperti contoh adalah riset tentang target pasar untuk mempermudah strategi pemasaran. Selain itu ada ketahui berapa harga jual pasaran, metode pemasaran yang digunakan, dan lain sebagainya.

5. Teliti Saat Menentukan Harga

Modal minimal, apa bisa dapat untung maksimal? Tentu saja, asal masih dalam batas rasional. Maka dari itu, Anda sangat perlu untuk melakukan riset harga pasar dan mencari supplier yang benar-benar mendukung.

Menghitung laba bukan hanya diperoleh dari harga yang Anda tawarkan dikurangi dengan harga yang Anda peroleh dari supplier. Pertimbangkan bula biaya operasional seperti perawatan tanaman yang dilakukan, ongkos kirim, biaya promosi, dan lain sebagainya.

Setiap rupiah yang Anda keluarkan harus dikelola sebijak dan seefektif mungkin apalagi jika jumlahnya cukup terbatas. Oleh sebab itu, pastikan Anda melakukan langkah-langkah yang efektif pula saat menjalankan bisnis tanaman hias. Tanpa strategi yang pas, modal bisa jadi begitu saja amblas!

Anda mungkin suka