Bisnis Properti Sewaktu Pendemi, Kiat dan Trik

Tikum Organisasi – Harga properti residensial dari pasar primer tidak akan pernah turun. Statement ini sebelum Pandemi muncul. Namun, di tengah kondisi krisis, kekuatan negosiasi pembeli akan cenderung lebih tinggi sehingga akan lebih menguntungkan pembeli. Berikut ini Kiat dan Trik Bisnis Properti Sewaktu Pendemi yang bisa sobattikum ketahui.

Group Coldwell Banker Commercial misalnya mengatakan bahwa harga properti terus naik walau kenaikannya tipis dalam 3 tahun terakhir. Artinya dengan harga yang tak pernah turun, properti masih OK untuk hedging dibandingkan dengan aset investasi lainnya.

Secara average, rumah tipe kecil menengah naik 3–4 % per tahun, sedangkan yang besar naiknya hanya 1 % per tahun, jadi tidak berasa naik.

Jadi,pada masa pandemi ini, pengembang tidak akan menurunkan harga, tetapi melemahkan posisinya saat negosiasi untuk menarik pembeli.

Pengamat properti Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Properti Watch (IPW), menilai ditengah masa pandemi virus corona (Covid-19) merupakan waktu tepat membeli hunian. Ini karena kalangan perbankan dan pengembang banyak memberikan kemudahan kepada masyarakat.

Selain program suku bunga terjangkau yang diberikan perbankan, banyak para pengembang secara kreatif menciptakan program menarik, di antaranya down payment (DP) dibayar oleh pengembang.

Dari sisi cara pemasaan, para pengembang semakin aktif memperkuat platform digitalnya dalam mempromosikan dan melayani visitor dengan digital engagement seperti webinar, mengoptimalkan infrastructur digital melalui zero friction atau harus mudah diakses menghidari kesulitan penggunaan dan aksesnya krena takut tinggalkan visitor dan calon pembeli.

Kita juga melewati berbgai masalah krisis bila kembali melihat kebelakang, era 90an hingga saat ini. Secara historis di tengah masa krisis selalu tetap ada kesempatan di pasar properti. Yang beli di zaman krisis, mereka dapet untung banyak banget setelah beberapa waktu.

So Sobattikum terrtarik untuk investasi dan memulai bisnis properti sewaktu pendemi ?

Anda mungkin suka