Bersepeda Pakai Masker, Benarkah Berbahaya?

Tikum Bicycle – Pandemi mengubah banyak hal, termasuk kebiasaan dalam bersepeda. Bersepeda pakai masker diklaim berbahaya. Benarkah demikian? Cari tahu jawabannya di sini.

Jagad maya sempat dibikin heboh oleh berita meninggalnya seorang pegowes asal Sanur, Bali beberapa waktu lalu. Muncul klaim bahwa pegowes tersebut meninggal akibat bersepeda pakai masker. Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata klaim tersebut tidaklah benar.

Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban meninggal akibat terjatuh dari sepeda, karena mengalami serangan jantung mendadak. Pernyataan itu diperkuat dengan keterangan pihak keluarga yang juga membenarkan riwayat penyakit jantung si korban berinisial INS tersebut.

Sayangnya, kabar sudah terlanjut menyebar. Masyarakat terlanjur memercayai bahayanya memakai masker saat bersepeda. Kalangan praktisi kesehatan pun seakan terbagi menjadi dua kubu dalam merespons fenomena ini. Sebagian mengiyakan, sebagian yang lain menyangkalnya.

Pakai Masker saat Bersepeda, Bahaya atau Tidak?

Penggunaan masker baru bisa dikatakan berbahaya apabila seseorang berolahraga dalam intensitas tinggi. Artinya, olahraga yang melibatkan gerakan-gerakan berat dan intens, sehingga menyebabkan denyut nadi meningkat dan bernapas lebih cepat.

Olahraga dengan intensitas tinggi biasanya dilakukan oleh para atlet. Ini bertujuan untuk menjaga kondisi fisik mereka, sesuai dengan tingkat performa tertentu yang diinginkan. Pada kondisi tersebut, penggunaan masker memang tidak dianjurkan. Pasalnya masker yang menutupi hidung dan mulut dapat menghambat sirkulasi udara pada pernapasan.

Sementara bagi masyarakat awam, olahraga seperti bersepeda umumnya dimaksudkan untuk menjaga kebugaran. Intensitasnya cenderung ringan atau sedang, sehingga tidak menyebabkan denyut nadi dan kecepatan napas meningkat drastis.

Maka dari itu, memakai masker masih akan relatif aman. Bahkan dianjurkan, mengingat masker dapat mencegah penularan virus COVID-19. Setiap orang wajib turut serta dalam menghalangi laju penyebaran virus, salah satunya dengan senantiasa memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Jenis Masker yang Dianjurkan

Masker medis, seperti tipe N95 atau masker bedah memang lebih aman, tetapi tidak dianjurkan untuk dipakai saat bersepeda. WHO pun tidak menganjurkan penggunaan masker medis dalam aktivitas sehari-hari, kecuali di lingkungan berisiko, seperti di rumah sakit.

Tingkat filtrasi yang dimiliki masker medis cukup tinggi, dan itu malah akan menyulitkan pernapasan. Maka sebaiknya pilihlah masker kain, karena pori-porinya masih memungkinkan terjadinya sirkulasi udara yang lancar.

Namun perlu diperhatikan pula bahwa masker kain bisa basah karena terkena keringat. Masker yang basah tidak efektif untuk mencegah penularan virus. Selain itu juga dapat menyebabkan sekresi hidung atau munculnya lendir.

Tips Bersepeda di Tengah Pandemi

Bersepeda bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Tapi jika dilakukan secara serampangan, aktivitas ini juga berpotensi menjadi sarana penularan virus. Oleh karena itu, perhatikan tips berikut untuk tetap bersepeda dengan aman di tengah situasi pandemi.

  • Pilih waktu yang ideal, yaitu pagi hari, ketika udara masih segar dan belum banyak terpolusi, serta kondisi jalanan masih sepi.
  • Bersepeda dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti 30 menit setiap 3 – 5 kali dalam seminggu.
  • Usahakan bersepeda sendirian atau bersama keluarga serumah untuk menghindari risiko paparan virus dari pihak luar. Pilih rute yang sepi dan jauh dari kerumunan, sehingga memungkinkan untuk lebih aman saat harus melepas masker.
  • Sebelum berangkat, pastikan kondisi tubuh benar-benar prima. Usahakan menyantap asupan berenergi terlebih dulu, jangan lupa membawa air minum, masker cadangan, dan tentunya hand sanitizer.
  • Jika terpaksa berkelompok, pastikan untuk tetap menjaga jarak sedikitnya dua meter. Agar lebih aman, sebaiknya hanya berkelompok dengan mereka yang sudah terbukti negatif dari pemeriksaan virus.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa memakai masker saat bersepeda tidaklah berbahaya. Asalkan intensitasnya ringan atau sedang, memakai jenis masker yang cocok, serta kondisi tubuh tidak sedang terganggu. Perlu diketahui bahwa penderita penyakit jantung dan paru-paru bawaan hanya boleh berolahraga dengan intensitas ringan.

Anda mungkin suka