Berakhirnya Era Internet Explorer, Salah Satu Browser Tertua Dunia

internet explorer

Tikum.id Tech – Salah satu browser tertua di dunia, Internet Explorer, diberhentikan dukungannya oleh Microsoft. Tentunya muncul reaksi dari publik di seluruh dunia yang mengenalnya.

Beberapa waktu yang lalu tepatnya Per tanggal 15 Juni 2022, Internet Explorer sudah tidak lagi melanjutkan layanannya. Hal ini ditandai dengan tidak lagi didukungnya browser ini di beberapa versi Windows 10. Di awal masa kejayaan internet, browser ini merupakan salah satu yang terpopuler. Mengapa penggunaannya dihentikan? Adakah alternatif lainnya?

Mengapa Internet Explorer Dihentikan?

Microsoft menghentikan layanan Internet Explorer terutama karena menurunnya jumlah pengguna browser ini. Memang Internet Explorer merajai internet di awal tahun 2000-an. Akan tetapi, sejak diluncurkannya browser baru seperti Mozilla Firefox dan Google Chrome, penggunanya menurun drastis.

Pada tahun 2022, tercatat bahwa pengguna Internet Explorer jumlahnya kurang dari 1% seluruh pengguna internet di dunia. Rendahnya jumlah pengguna berimplikasi pada beberapa hal lain yang menyebabkan pengembangnya menghentikan layanan.

Pertama, situs-situs tidak lagi menjadikan browser ini sebagai sasaran saat melakukan pengembangan. Akibatnya, banyak situs yang tidak kompatibel dan sulit untuk diakses oleh Internet Explorer. Kedua, terdapat isu keamanan ketika menggunakan browser ini. Seorang hacker bisa dengan mudah mengambil alih data penggunanya.

Reaksi Dunia Atas Penutupan Internet Explorer

Sebagai salah satu browser tertua di dunia, jelas sekali bahwa pengguna internet terdahulu merasa kehilangan atas penghentian layanannya. Ada nostalgia yang dirasakan mengingat browser tersebut menemani masa muda. Namun, reaksi yang ditunjukkan tidak hanya yang bersifat sentimental.

Penduduk Jepang salah satu yang menolak keras penutupan layanan browser ini. Alasannya adalah karena banyak situs-situs di Jepang yang masih sangat bergantung dengan Internet Explorer. Bukan hanya pengguna individual saja yang menggunakannya, perusahaan dan pemerintah pun menggunakan browser ini.

Penutupan Internet Explorer memang memakan waktu yang cukup lama karena masih ada pengguna yang bersikeras tetap bertahan dengannya. Padahal, Microsoft sudah sejak beberapa tahun lalu menyarankan pemberhentiannya. Sebuah alternatif browser sudah diperkenalkan oleh Microsoft beberapa tahun belakangan ini.

Pengganti Baru: Microsoft Edge

Microsoft Edge merupakan browser mutakhir yang diperkenalkan oleh Microsoft untuk menggantikan Internet Explorer. Browser yang diluncurkan ke publik pada tahun 2015 ini memiliki beberapa kelebihan menarik yang menjadikannya pengganti yang layak, seperti:

1. Pengamanan privasi yang lebih baik

Microsoft Edge menawarkan pengamanan privasi yang lebih baik. Anda dapat memilih mode privat untuk mengamankan data personal, meskipun jika menggunakan mode privat pilihan akses yang ditawarkan menjadi terbatas. Selain itu, mudah juga untuk menyimpan kata sandi akun personal secara aman menggunakan browser ini.

2. User interface yang terlihat lebih modern

Salah satu hal yang paling membedakan Microsoft Edge dengan pendahuluannya adalah user interface yang terlihat jauh lebih modern. Desain ini terlihat lebih enak dipandang mata dan juga membuat proses menjelajah situs menjadi lebih nyaman. Menu dropdown dibuat semi-transparan agar tidak terlalu mengganggu.

3. Organisasi yang lebih baik

Untuk pengguna yang sehari-harinya memanfaatkan browser sebagai alat produktivitas, Microsoft Edge bisa membantu. Ada menu “Collection” yang akan membantu Anda melakukan organisasi kumpulan situs yang diakses. Selain itu, pelajar juga bisa memanfaatkan sub-menu sitasi di dalamnya.

4. Menggunakan memori yang lebih sedikit

Dibandingkan dengan beberapa browser lainnya, pengguna menyatakan bahwa Microsoft Edge tidak memerlukan ruangan penyimpanan memori yang terlalu besar. Tentunya ini akan meminimalisir frekuensi crash yang bisa terjadi saat menjelajah berbagai situs.

Internet Explorer sudah ada di hati pengguna internet terdahulu, terutama karena alasan sentimental. Meskipun begitu, pemberhentian layanannya memang sebuah langkah yang harus dilakukan mengingat perkembangan saat ini. Microsoft Edge dapat menjadi alternatif untuk menggantikan browser tersebut.

Anda mungkin suka