Beberapa Motor Klasik Eropa yang Masih ‘Sliweran’ di Indonesia

Tikum.id Motor – Siapa bilang brand motor klasik Eropa tidak punya nama di pasar Indonesia? Jumlahnya memang sudah langka, tetapi motor Eropa masih eksis dan tetap istimewa!

Pangsa pasar Indonesia akan sepeda motor memang tidak pernah surut. Sayangnya, saat ini pasar sepeda motor Indonesia didominasi dengan sepeda motor asal Jepang—mulai dari Honda, Yamaha, Suzuki, dsb. Apakah Jepang satu-satunya negara produsen sepeda motor yang produknya bertahan di Indonesia? Tentu tidak. Saat ini, masih ada beberapa brand motor Eropa yang produknya masih bersliweran di Indonesia. Bentuknya memang motor lawas, tetapi pesonanya tetap membekas!

Penasaran brand motor Eropa apa saja yang dimaksud? Berikut empat brand motor klasik Eropa yang ada di Indonesia:

1. Norton

<img data-lazyloaded=

Salah satu brand motor Eropa yang masih bersliweran di Indonesia adalah Norton. Brand asal Inggris ini cukup terkenal di zamannya, yaitu pada tahun 1930-1950. Ketenaran motor Norton ini disebabkan karena motor Norton rutin hadir di ajang balap motor Eropa saat itu.

Ketenaran Norton sebagai brand motor Eropa juga sampai di Indonesia. Motor-motor Norton ini digemari karena gayanya yang sporty. Selain itu, motor Norton bisa jadi jagoan untuk digunakan saat balapan. Meski akhirnya kalah saing dengan motor-motor Jepang yang lebih murah, motor Norton masih bertahan di Indonesia dalam bentuk koleksi pribadi. Tak jarang juga kolektor motor Norton dijumpai sedang mengaspal di jalanan Indonesia. Beberapa model motor Norton yang populer di Indonesia misalnya seperti Norton Navigator Twin 350cc tahun 1962 dan Norton ES2 500 cc tahun 1952.

2. DKW

<img data-lazyloaded=

DKW merupakan pabrikan motor asal Jerman yang didirikan oleh Jorgen Skafte Rasmussen. Di masa kejayaannya dulu, DKW bahkan memproduksi mobil—tidak hanya sepeda motor. Saat ini Anda memang tidak lagi bisa menjumpai DKW sebagai produsen sepeda motor. Namun, sepeda motor DKW masih tetap dikoleksi penggemar fanatiknya, lho.

Mengapa bisa begitu? Faktor utama yang menjadikan motor DKW digemari publik adalah desainnya yang unik. Motor DKW Hummel, misalnya. Desain motor DKW ini mirip dengan desain sepeda pancal. Anda bisa menemukan jok tunggal, lampu mini tunggal, dan bahkan pedal yang semakin menjadikan DKW Hummel terlihat seperti sepeda pancal.

DKW Hummel yang diproduksi tahun 1965 bukanlah satu-satunya motor keluaran DKW yang populer di Indonesia. Ada juga motor DKW RT125 yang juga banyak dikoleksi. Motor yang satu ini hadir dengan kapasitas mesin lebih besar, yaitu 125 cc.

3. BSA

<img data-lazyloaded=

Pada awalnya, BSA dikenal karena memproduksi alat-alat militer, sepeda, bus, mobil, dan alat-alat berat untuk pertambangan. Brand motor Eropa ini mulai memproduksi sepeda motor pada 1919, sebelum akhirnya bangkrut pada 1972 sebagai dampak dari mismanajemen berkelanjutan sejak 1950-an.

Ide BSA dalam memproduksi sepeda motor lahir setelah pabrikan Inggris ini membuat sepeda yang memiliki mesin kecil pada 1863. Selama puluhan tahun, BSA menyempurnakan mesin sepeda motor tersebut sebelum akhirnya meluncurkan sepeda motor Model E dengan kapasitas 771 cc pada 1919.

Model motor BSA yang sering ditemui di Indonesia ada beberapa, misalnya seperti BSA C15 (1948), BSA C12 (1948), serta BSA Bantam (1948-1969).

4. Zundapp

<img data-lazyloaded=

Merek motor klasik asal Eropa selanjutnya adalah Zundapp. Merek ini berasal dari Jerman dan mulai memproduksi sepeda motor pada tahun 1917. Di Indonesia, rata-rata motor merek Zundapp yang dikoleksi adalah yang memiliki kapasitas mesin 50-100 cc. Seperti kebanyakan motor klasik, motor berkapasitas 50-100 cc ini dikeluarkan sekitar tahun 1950-1960 sebelum akhirnya kalah pamor dari Honda dan Yamaha. Salah satu motor Zundapp yang cukup sering terlihat hilir mudik di Indonesia adalah Zundapp Super Combienette 50 cc. Serupa dengan DKW Hummel, motor ini memiliki pedal yang bisa dikayuh jika motor kehabisan bensin.

Nah, itulah beberapa brand motor Eropa yang produknya masih banyak dikoleksi di Indonesia. Bagaimana, tertarik untuk mengoleksi salah satunya?

Anda mungkin suka