Selfie Di Bangunan Kuno Indonesia yang Bisa Jadi Latar Belakang Sosmed

Buat kamu yang hobi berburu foto estetik, jangan lewatkan deretan bangunan kuno di Indonesia dengan arsitektur unik yang bisa kamu jadikan latar belakang.

Bangunan Kuno Indonesia

Tikum Tech – Buat kamu yang hobi berburu foto estetik, jangan lewatkan deretan bangunan kuno di Indonesia dengan arsitektur unik yang bisa kamu jadikan latar belakang.

Kamu suka berburu foto estetik? Jangan lewatkan berbagai bangunan kuno dengan arsitektur khas masa lampau yang bisa kamu jadikan latar belakang. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, kamu bisa menemukan banyak arsitektur menarik di Indonesia lho! Di mana saja sih? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ya!

Lawang Sewu, Semarang

<img data-lazyloaded=
Bangunan Kuno Indonesia

Bangunan kuno pertama yang bisa kamu jadikan latar belakang untuk foto yang estetik adalah Lawang Sewu di Semarang, Jawa Tengah. Dalam bahasa Indonesia, Lawang Sewu berarti pintu seribu, mencerminkan banyaknya pintu di bangunan ini yang berjumlah 928 buah.

Dulunya, Lawang Sewu dibangun dan digunakan oleh Belanda sebagai kantor pusat pemerintahan mereka. Itulah mengapa gedung ini punya banyak sekali ruangan dengan jendela berukuran besar yang membuat sirkulasi udara begitu lancar.

Benteng Fort Rotterdam, Makassar

<img data-lazyloaded=
Bangunan Kuno Indonesia

Dari Jawa Tengah, kita bergeser ke kawasan timur Indonesia, tepatnya di Makassar, Sulawesi Selatan. Di kota ini ada Benteng Fort Rotterdam peninggalan Belanda yang dibangun pada abad ke-17, tepatnya dari tahun 1673 hingga tahun 1679. Sebenarnya benteng ini dibangun untuk melawan Belanda, tetapi akhirnya malah jatuh ke tangan Belanda.

Arsitektur bangunan ini sangat unik karena terdiri dari empat benteng yang menjadi tempat pertahanan di empat penjuru mata angin. Benteng ini juga dikelilingi oleh dinding yang tingginya 7 meter sebagai tempat perlindungan.

Jalan Tunjungan, Surabaya

<img data-lazyloaded=
Bangunan Kuno Indonesia

Di Surabaya, ada Jalan Tunjungan yang banyak dijadikan lokasi hunting foto karena banyaknya bangunan kuno yang ada di sepanjang jalan ini. Terutama di malam hari, banyak anak muda yang membawa kamera untuk mengambil foto dengan latar belakang bangunan khas zaman dulu.

Candi Borobudur, Magelang

<img data-lazyloaded=
Bangunan Kuno Indonesia

Candi Borobudur adalah peninggalan budaya yang sempat menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Kini Candi Borobudur menjadi salah satu tempat warisan budaya dunia versi UNESCO.

Ini adalah candi Buddha terbesar di dunia dengan luas mencapai 15 ribu meter persegi. Arsitektur Candi Borobudur sangat luar biasa karena seluruh bagian terasnya dapat terlihat dengan jelas. Dinding candi dihiasi relief yang menceritakan sejarah Indonesia.

Gereja Katedral, Jakarta

<img data-lazyloaded=
Bangunan Kuno Indonesia

Di Jakarta, ada juga bangunan kuno unik yang bisa kamu jadikan latar belakang untuk foto estetik. Gereja Katedral memiliki ciri khas arsitektur khas Eropa yang membuatnya terlihat begitu artistik, sangat kontras dengan arsitektur Indonesia.

Gereja ini mengadopsi gaya Neo Gothic yang menjadi ciri khas gereja di Eropa pada awal abad ke-19. Bukan hanya eksteriornya saja yang mengagumkan, bagian dalam gereja ini juga lho! Saat kamu memasuki gereja ini, kamu serasa berada di Eropa deh!

Klenteng Sam Poo Kong, Semarang’

<img data-lazyloaded=
Bangunan Kuno Indonesia

Berikutnya ada Klenteng Sam Poo Kong yang didirikan sebagai bentuk penghormatan untuk Laksamana Cheng Ho, seorang keturunan Tionghoa beragama Islam yang membawa peradaban Cina ke Semarang untuk pertama kalinya.

Arsitektur klenteng ini mengadopsi gaya The Forbidden City yang ada di Cina. Lokasi klenteng ini berada di dalam Goa Batu, sehingga masyarakat sekitar menyebutnya sebagai Gedung Batu.

Gereja Blenduk, Semarang

<img data-lazyloaded=
Bangunan Kuno Indonesia

Terakhir ada Gereja Blenduk yang berada di kawasan Kota Lama, Semarang. Nama gereja ini diambil dari kubahnya yang melengkung, seperti kubah masjid. Dalam bahasa Jawa, blenduk artinya bundar atau menggembung. Gereja Blenduk dibangun tahun 1753 oleh pemerintahan Belanda yang menguasai Semarang di kala itu. Bangunan ini berbentuk segi delapan, sementara interiornya mengikuti desain Salib Yunani, membuat gereja ini mirip dengan gereja Roma dan Vatikan, berbeda dengan desain gereja Eropa abad pertengahan yang cenderung ramping dengan atap berbentuk segitiga.

Arsitekturnya yang unik membuat Gereja Blenduk selalu ramai dikunjungi orang yang ingin menjadikan tempat ini latar belakang untuk foto mereka.

Bagaimana Sobat Tikum, menarik bukan semua tempat ini? Tempat mana yang kira-kira akan Anda mulai datangi di tahun ini?

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.