Aturan VAR di Premier League 2021/2022 Berubah, Apa Saja?

DeHaen Liga Inggris – Sebagai pecinta Premier League, tentu kamu harus tahu beberapa perubahan mendasar yang akan berlaku pada laga musim 2021/2022 yang baru dimulai. Salah satu yang paling signifikan adalah aturan Video Assistant Referee atau VAR. Langkah ini diambil sesuai kesepakatan Professional Games Match Officials Limited (PGMOL). Apa saja yang berubah? Mari simak ulasan selengkapnya di sini.

Kontroversi VAR Sejak Semula

Sejak kemunculannya di Premier League musim 2019/2020, VAR sudah memicu kontroversi. Pro kontra terkait penggunaan teknologi ini meluncur dari pesepakbola, pelatih, pengamat, hingga penggemar. Ujungnya para pengadil alias wasit pun jadi sasaran.

Sebagai gambaran, Premier League musim 2020/21 “sukses” menghasilkan penalti terbanyak sepanjang sejarah. Total ada 125 penalti, 29 penalti hadir lewat penayangan VAR. Bandingkan dengan musim 2019/20 yang cuma 92 penalti, atau 2018/19 yang menciptakan 103 penalti. Ini belum puluhan gol yang dianulir karena VAR.

Rekaman ulang kejadian di lapangan melahirkan berbagai keputusan wasit yang kerap berujung kontroversi. Banyak kalangan berpendapat VAR membuat sepakbola tidak lagi menyenangkan. Jeda untuk mengecek VAR dianggap mengganggu jalannya pertandingan yang tengah panas.

Belum lagi keluhan dari pemain maupun pelatih soal kerugian yang mereka tanggung sebagai konsekuensi keputusan wasit yang berdasarkan VAR. Situasi pelik inilah yang membuat PGMOL sepakat mengubah beberapa peraturan mendasar terkait VAR mulai musim 2021/22.

Lalu, apa saja perubahan aturan VAR yang bakal paling berdampak musim ini?

Handballs

Handball dihitung sebagai pelanggaran ketika dilakukan tidak sengaja dan mengakibatkan terciptanya peluang yang berubah gol. Apalagi, jika gol itu berasal dari tangan pemain. Namun, handball tidak sengaja yang terjadi saat menyusun peluang untuk mencetak gol tidak dianggap pelanggaran.

Lalu, diperkenalkan pula istilah unnaturally bigger. Misalnya, pemain dipandang sengaja membesarkan tubuhnya secara tidak wajar saat posisi tangan atau lengannya mengganggu gerakan pemain lain atau terkena bola dalam situasi tertentu. Kondisi demikian bisa digolongkan pelanggaran.

Penalti

Jumlah penalti yang melonjak tajam musim lalu jadi pertanda bagaimana wasit begitu mudah memberikan hadiah tendangan dari titik pas itu. Bahkan, ketika kontak antarpemain tampak minim di kotak penalti, wasit tetap bisa meninjau ulang tayangan VAR dan memberikan penalti.

Keputusan tidak menghadiahkan penalti secara mudah membuat wasit harus cermat membaca situasi. Mereka perlu mempertimbangkan apa motivasi pemain dalam melakukan suatu aksi berikut konsekuensi yang muncul. Jika cuma kontak minimal, tidak serta merta penalti dapat dilakukan.

Wasit perlu menilai deretan kejadian setelah kontak fisik antarpemain dalam kotak penalti. Misalnya, akibat kejadian tersebut, pemain lawan sampai terjatuh atau cidera, penalti bisa diputuskan. Namun, wasit pun harus mampu membaca apakah ada indikasi pemain sengaja menjatuhkan diri demi memperoleh hadiah tadi.

Pendek kata, tim pengadil benar-benar harus mencermati berbagai situasi di lapangan sebelum mencapai keputusan akhir. VAR akan membantu, tetapi tidak selalu bernilai mutlak. Semua kembali pada hasil pengamatan wasit pada situasi terkini saat pertandingan berlangsung.

Offside

Pada peraturan VAR terdahulu, tidak jelas apa patokan pemain terkena offside. Akibatnya, banyak gol yang dianulir hanya karena siku, hidung, atau jari pemain melewati garis offside. Maka, musim ini para pengadil sepakat mempertebal garis batas tersebut.

Contoh, saat pada garis offside terlihat ada dua pemain sejajar, posisi tersebut tetap dianggap onside. Tentu aturan ini akan menguntungkan tim yang sedang membangun serangan ke area pertahanan lawan. Namun, dengan garis batas yang lebih “tebal”, situasi offside benar-benar harus jelas. Tidak ada lagi salah interpretasi akibat garis tipis yang tidak berlaku seragam dalam semua situasi.

Bagaimana, cukup masuk akal bukan perubahan aturan VAR di Premier League musim ini? Semoga keputusan penting tersebut membuat pertandingan Liga Inggris semakin seru dan hidup ya!