Aldi Depenk dan Skripsi Pesugihan di Pantai Utara Pekalongan

Tikum Organisasi – Aldi Mutiara atau yang akrab disapa Aldi Depenk adalah salah satu mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Pada akhir semester pendidikan Sarjana Komunikasi ia memberanikan diri untuk melakukan penelitian skripsi dengan tema yang antimainstream, yakni meneliti kegiatan ritual pesugihan yang ada di Pantai Utara Pekalongan, Jawa Tengah.

<img data-lazyloaded=

Alasan mengapa dia mengambil tema ini tak lain karena latar belakang @aldidepenk sebagai salah satu anggota Ghost Photography Community (GPC) sekaligus ketua GPC regional Karawang.

GPC kerap kali melakukan kegiatan hunting foto hantu di beberapa kota di pulau Jawa. Dan ketika melakukan kegiatan hunting di pulau Jawa, Aldi Depenk tertarik pada daerah pekalongan bagian utara karena terdapat aktivitas ritual pesugihan.

Beda halnya dengan Ratu Pantai Selatan yang sudah popular dengan Nyi Roro Kidul, kini Aldi Depenk mencoba mengungkap dan meneliti tradisi mistik di pantai utara yang dipercaya bersenggama dengan Dewi Lanjar. Tujuan Aldi melakukan penelitian adalah untuk memberikan referensi kajian pustaka tentang tradisi mistis dan aktivitas ritual pesugihan, juga memberikan edukasi pada masyarakat luas mengenai tradisi hingga penjelasan ilmiah.

Pantai yang dimaksud Aldi adalah Pantai Slamaran. Pantai ini terletak di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Proses penelitian ini tidak sepenuhnya berjalan mulus, sebab beberapa Dosen penguji sempat mempertanyakn objek penelitian Aldi.

Keraguan dosen penguji berhasil dijawab Aldi yang menjelaskan panjang lebar alasan penelitiannya sangat berbau mistis, dan mampu Aldi meyakinkan bahwa kasus pesugihan yang ditelitinya itu masih berkaitan dengan komunikasi.

Arti Komunikasi itu sangat luas. Selama ini komunikasi memang identik dengan broadcast, media, atau jurnalistik. Tapi Aldi beranggapan bahwa Karena semua aspek kehidupan itu berkaitan erat dengan komunikasi, begitu juga penelitiannya yang masuk dalam kategori komunikasi transcendental.

Tak hanya itu, untuk meyakinkan dosen penguji, Aldi Depenk menjelaskan sejarah bagaimana mengetahui praktik pesugihan di Pantai Slamaran, Pekalongan. Persentuhan Aldi dengan komunitas ini tak lepas dari Mickey Oxcygentri, seorang dosen fotografi di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP) Unsika. Mickey sendiri yang merupakan warga Kota Depok adalah founder dari komunitas GPC.

Akhirnya, setelah Aldi mempresentasikan dan diterima sama dosen pengujinya, ia sempat mengalami kesulitan untuk menyusun latar belakang masalah. Karena minimnya referensi tentang fenomena pesugihan. Kendati ini menjadi bantu sandungan, namun Aldi semakin bersemangat untuk menuntaskan skripsinya yang mungkin bagian kebanyakan orang muskil.

ia mengatakan, “bisa jadi saya adalah orang pertama yang membahas mengenai pesugihan di Pantai Slamaran, Pekalongan, untuk bahan skripsinya. Bahkan, mungkin belum ada yang membahas tentang pesugihan ini”

Aldi Depenk menambahkan, bahwa ada tiga rumusan masalah yang dicarinya selama meneliti praktik pesugihan di Pantai Slamaran. Ketiga hal itu adalah:

  • Apa pengalaman komunikasi dari ritual pesugihan itu
  • Kemudian apa maknanya bagi si pelaku
  • Apa motifnya sampai mereka melakukan pesugihan

Selama melakukan penelitian ini, sumber informasi Aldi Depenk banyak dapat dari seorang informan.
Informan inilah bertugas sebagai mediator untuk orang yang ingin melakukan pesugihan dengan sang kuncen di Pantai Slamaran. Dan seiring berjalannya penelitan tersebut, Aldi mendapatkan kisah langsung dari pelaku pesugihan.

Mulai dari sosok makhluk gaib Pantai Slamaran yang dipercaya para pelaku ritual pesugihan dapat mengabulkan keinginan mereka adalah Dewi Lanjar. Pantai Slamaran tidak terlalu luas, hanya sekitar 3,4 hektare. Saat akhir pekan dan hari libur nasional, Pantai Slamaran selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Warga sempat menyebut Dewi Lanjar sebagai sosok cantik jelita. Ia diangkat menjati ratu di pantai utara oleh Gusti Kanjeng Ratu Kencana Sari atau lebih dikenal sebagai Gusti Kanjeng Ratu Kidul.
Dewi Lanjar merupakan satu dari 28 abdi kinasih Gusti Kanjeng Ratu Kidul yang berkuasa di pantai Selatan Jawa yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Dari cerita yang beredar, Dewi Lanjar secara khusus diperintah oleh Gusti Kanjeng Ratu Kidul untuk menjaga ekosistem kawasan pantai utara Jawa dari berbagai kerusakan. Sejak meneliti dari Oktober 2021, Aldi belum pernah bertemu langsung dengan sang kuncen di lokasi pesugihan.

Kuncen inilah yang bisa menjembatani keinginan pelaku ritual pesugihan dengan jin atau makhluk yang dipercaya bisa mengabulkan keinginannya.

Kesimpulannya, Aldi hanya ingin menguak betapa luasnya sebuah komunikasi, karena Aldi beranggapan bahwa semua bidang dalam kehidupan pasti ada unsur komunikasi, begitupun spiritual, yakni Komunikasi Transendental.

Nah, bagaimana menurut Sobat Tikum? Menarik bukan karya ilmiah yang berbasis Hobi ini. Tertarik untuk turut mencoba seperti Aldi?

Anda mungkin suka