7 Mitos Seputar Dunia Otomotif yang Masih Dipercaya

SobatTikum percaya mitos? Sudah tahu belum mitos dunia otomotif yang masih dipercaya hingga kini? Yuk, cari tahu informasi selengkapnya di Tikum.id!

Tahukah SobatTikum bahwa banyak mitos mengenai otomotif yang beredar di tengah masyarakat? Sesuai dengan namanya, mitos merupakan sesuatu yang dipercaya, tetapi kebenarannya belum diketahui secara pasti. Untuk mengetahui faktanya, simak sejumlah mitos yang masih diyakini sebagian besar masyarakat berikut ini.

Kecepatan Mobil Hybrid Lambat

Kehadiran mobil hybrid di pasaran pertama kali cukup menghebohkan. Namun, sayangnya performa mobil hybrid keluaran awal agak mengecewakan. Pasalnya, mobil ini memiliki kecepatan yang sangat lambat dibandingkan kendaraan roda empat konvensional berbahan bakar bensin. Akibat hal tersebut hingga kini sebagian besar orang enggan menggunakan mobil hybrid lantaran dianggap lambat, padahal performa generasi teranyar sangat baik. Selain lebih bertenaga dan cepat, mobil hybrid lebih efisien dan ringan.

Oktan Tinggi Bisa Meningkatkan Tenaga Mobil

Performa mesin sering kali dikaitkan dengan penggunaan bahan bakar. Bahkan, menurut banyak orang, penggunaan bensin oktan tinggi bisa meningkatkan tenaga kendaraan roda empat. Namun, studi membuktikan bahwa anggapan tersebut kurang tepat. Bahan bakar murah memang berisiko merusak mesin, sedangkan bensin berkualitas premium justru mampu membersihkan mesin dan sistem bahan bakar.

Sementara bahan bakar oktan tinggi hanya digunakan khusus untuk mobil tertentu. Bahan bakar jenis ini tidak direkomendasikan untuk mobil kompresi rendah karena dapat menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna, menimbulkan knocking, dan kerak pada mesin.

Horse Power Lebih Penting Dari Torsi

Banyak orang menganggap bahwa horse power sangat penting, padahal torsi tak kalah berperan penting. Angka torsi menunjukkan seberapa besar gaya dorong sebuah mobil. Jika horse power berkaitan dengan kecepatan, maka torsi fokus pada akselerasi. Torsi sangat dibutuhkan karena dapat mendorong mesin menghasilkan tenaga dan meningkatkan kecepatannya.

Mobil Pabrikan Otomotif Korea Dianggap Tertinggal

Perusahaan otomotif Eropa memang dikenal sebagai produsen mobil mewah dengan kualitas jempolan. Mengingat harga jualnya yang tinggi, tidak semua orang sanggup membelinya. Kehadiran pabrikan mobil asal Korea Selatan dianggap sebagai angin segar. Namun, sebagian besar orang menilai bahwa mobil buatan Negeri Ginseng tersebut tertinggal jauh dari pabrikan Eropa.

Faktanya, produsen mobil Korea Selatan terus melakukan terobosan baru. Hasilnya, Korea Selatan mampu menghasilkan mobil listrik bermerek Hyundai Ioniq yang disukai pasar global. Bahkan, di tahun 2020, pabrikan KIA sukses menduduki peringkat pertama merek nomor wahid di Amerika Serikat berdasarkan Initial Quality Study (IQS).

Mobil Aluminium Mudah Penyok

Anggapan bahwa mobil berbahan alumunium kalah kuat dengan baja ringan hanyalah mitos. Faktanya, aluminium yang dianggap rentan penyok sama kuatnya dengan baja ringan. Hal ini terbukti setelah Dewan Keselamatan Transportasi Amerika Serikat melakukan uji coba pada kedua jenis mobil tersebut. Hasilnya, Ford F-150 dengan rangka aluminium memiliki kekuatan yang sama dengan mobil berangka baja dan teruji aman dikendarai.
Memasang Alarm Menyebabkan Aki Boros

Sebenarnya, memasang alarm tidak akan menyebabkan aki boros. Asalkan, SobatTikum menggunakannya sesuai prosedur berlaku. Boros tidaknya aki bukan disebabkan oleh alarm, melainkan oleh tindakan modifikasi sistem kelistrikan dan kelalaian manusia.

SUV Rentan Terbalik

Pada mulanya, mobil SUV memang mudah terguling. Namun, berkat teknologi terkini yang semakin canggih, risiko tersebut dapat diminimalisasi. Adanya sistem kontrol traksi, vector torsi, dan konfigurasi penggerak seluruh roda membuat SUV lebih aman dikendarai dibandingkan sebelumnya.

Demikianlah sejumlah mitos di dunia otomotif yang perlu untuk SobatTikum ketahui. Jangan lupa bagikan artikel ini, ya!


Android 10 Car Multimedia DVD Stereo Radio Player GPS Navigation Carplay Auto for Audi Q5(2018-today) 2din
Anda mungkin suka